Jangan hanya berpikir cebong kampret, Anis Prabowo, Ganjar Ahok atau Erick Puan saja, sistim dan perangkat Pemilu/Pilpres 2024 juga terindikasi sarat penyelewengan yang lebih parah, disamping proyek-proyek pemerintah yang mangkrak dan membengkak di bawah tekanan Cina yang diamini oleh para pengkianat negara dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo!
Itulah sebabnya dilahirkan secara haram dan keburu UU KUHP yang penuh kontroversial dan sunsang baik proses, prosedur, mekanisme dan dinamika persidanganya, yang rencananya digunakan sebagai alat gebuk dan pembunuh demokrasi untuk menyengsarakan rakyat Indonesia!
Gagalkan dan lenyapkan. UU KUHP ciptaan para penghianat Negara!Tidak usah ragu dan tidak perlu takut, lawan dan musnahkan UU KUHP yang baru, dari pada NKRI hancur dan luluh lantak!
Saya yakin TNI POLRI tak akan mau masuk perangkap yang kesekian kalinya! Kita sayang dan mencintai TNI POLRI, tapi tunggu dulu untuk para pimpinan yang mengawakinya!
TNI POLRI sebagai Garda terdepan dan Benteng terakhir negara, harus benar benar paham dan sadar terhadap peran, fungsi dan tugasnya yang dilandasi doktrin doktrin yang ada untuk menjaga, membela dan mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan segala isi diatasnya, keamanan dan keselamatan rakyat serta keseimbangan dan keharmonisan hubungan dengan negara negara lain didunia bersama komunitas dan elemen elemen bangsa lainya.
Itulah yang harus dipahami, disadari dan disikapi oleh seluruh bangsa Indonesia, dalam menuju kejayaan dan kesejahteraan Indonesia!
Saya kerucutkan perihal KA Cepat Jakarta Bandung. Akhir tender diperebutkan oleh Jepang dan Cina yang dimenangkan oleh Cina karena lebih murah.
Namun dalam perjalananya dengan akal bulusnya ternyata beaya jauh lebih mahal (membengkak) dibanding Jepang.
Pada hal bunga pinjaman dari Jepang 0,1 % jauh lebih ringan dari Cina yang 2 % jauh lebih mahal pertahunya.
Belum lagi dalam konsorsium Indonesia Cina, telah terjadi pembengkaan konsesi dari 50 tahun menjadi 80 tahun oleh Cina.
Siapa yang salah, siapa yang lemah, siapa yang bodoh, siapa yang rugi dan siapa yang menderita Pikir sendiri… Secara detail, baca ulasan para pengamat!
Kolonel TNI (Purn) Sugengwaras
Aktivis
