Diufuk pagi Jumat yang penuh berkah,
langit seakan lebih teduh, bumi terasa lebih ramah.
Angin berbisik lirih mengajak hati,
“Wahai jiwa… ingatkah engkau pada Nabi?”
Hari ini bukan sekadar hari,
ia adalah sayyidul ayyam—penghulu segala waktu yang suci.
Di dalamnya tersimpan rahmat tak terhingga,
dan pintu-pintu langit terbuka luas tanpa jeda.
Maka lantunkanlah sholawat dengan cinta,
bukan sekadar lafaz, tapi getaran jiwa.
Sebut nama Rasul dengan rindu yang dalam,
agar hati hidup, tidak kering dan tenggelam.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ
Setiap sholawat yang kau ucapkan,
bukan hilang di udara yang sunyi,
ia naik menembus langit,
menghadap Allah, membawa namamu dalam kasih Ilahi.
Bukankah Allah sendiri telah memuliakan Nabi?
“إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا”
(QS. Al-Ahzab: 56)
Maka siapa kita, jika enggan bersholawat?
Padahal itu perintah langsung dari Rabb yang Maha Dekat.
Dan Rasul bersabda penuh makna:
“أَكْثِرُوا مِنَ الصَّلَاةِ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ”
“Perbanyaklah sholawat kepadaku pada hari Jumat.”
(HR. Abu Dawud)
Wahai jiwa yang sering lalai,
di Jumat ini… jangan lagi engkau terabai.
Perbanyaklah sholawat, walau lirih tak terdengar,
sebab yang dinilai bukan kerasnya suara,
tapi tulusnya getar.
Karena satu sholawat darimu,
Allah balas sepuluh rahmat untukmu.
Satu cinta untuk Nabi,
dibalas sepuluh cinta dari Ilahi.
Hapuslah dosa yang menghitam di dada,
angkatlah derajatmu di sisi-Nya.
Dekatkan dirimu pada syafaat Rasul tercinta,
di hari yang semua manusia mencari penolongnya.
Jumat ini… jangan berlalu biasa,
jadikan ia penuh makna dan cahaya.
Hiasi lisan dengan sholawat tanpa henti,
hingga hati bersih, hidup pun diberkahi.
Dr Ir Narmodo MAg
Dosen dan Ketua PDM Jakarta Barat
Redaktur: Abdul Halim
