Memprihatinkan, OKB Pamer Mobil dan Teman Jenderal

by Slyika

Setelah sebelumnya saya mengirimkan tulisan berjudul “Kasihan Melihat Perilaku OKB” kepada ribuan anggota Komunitas Komunikasi Jari Tangan, banyak yang memberikan respon.

Sebagian cerita tentang pengalamannya berinteraksi dengan orang kaya baru (OKB). Ceritanya beragam: kasihan, lucu, memprihatinkan, dan menyedihkan. Semuanya merupakan pembelajaran sangat berharga.

Di bawah ini saya paparkan salah satu cerita dari seorang teman yang disampaikannya dengan gaya bertutur. Semoga kita dapat mengambil hikmahnya.

Di samping selalu mendoakan mereka yang OKB agar segera menyadari semua kekeliruannya dan kembali pada kehidupan normal, sebelum TUHAN dengan caraNYA mengingatkan mereka. Aamiin ya robbal aalamiin.

Begitu membaca tulisan Pak Aqua yang berjudul “Kasihan Melihat Perilaku OKB”, saya jadi teringat seseorang yang tingkah lakunya sangat memprihatinkan, menyedihkan sekali, dan memalukan banget. Mohon maaf namanya saya rahasiakan.

Saya menyampaikan ini bukan untuk membuka aib seseorang, tapi agar kita termasuk saya dapat menjadikannya sebagai pelajaran dan pengalaman berharga. Sehingga tidak mencontoh perilaku negatif tersebut.

OKB itu dulu hidupnya susah. Saya tahu persis karena sudah mengenalnya sejak puluhan tahun lalu. Saya mengikuti perjalanan karirnya.

Begitu TUHAN memberikan rezeki berupa materi yang jumlahnya lumayan, sepertinya dia kaget. Tidak siap menerimanya. Perilakunya jadi aneh.

Saya dan teman-teman merasakan dia berubah drastis. Sampai 180 derajat. Bukan seperti dirinya sendiri yang kami kenal sejak lama.

Kebanggaan Semu
Untuk mengaktualisasikan dirinya sekaligus menunjukkan bahwa hidupnya telah sukses, OKB itu mulai pamer kekayaannya. Salah satunya adalah kemana-mana memamerkan mobilnya.

Dia tidak merasa bersalah ketika merendahkan orang lain dengan mengatakan harga mobilnya jauh lebih mahal daripada mobil mereka. Padahal saya tahu mobil itu dibeli kantornya secara kredit. Sampai sekarang belum lunas.

Tidak hanya itu. Dia juga pamer berteman dekat dengan beberapa jenderal. Jumlahnya ngga banyak. Tidak sampai hitungan lima jari tangan.

Nama-nama jenderal itu sering disebut-sebutnya. Pak Aqua tahu jenderal yang saya maksud karena mereka teman akrab bapak. Bahkan setahu saya keakraban bapak dengan mereka melebihi  kedekatannya dengan OKB tersebut.

Kepada banyak orang sering ditunjukkan foto-foto dan percakapannya lewat WA dengan para jenderal itu. Dia mau menunjukkan bahwa hubungannya dekat dan akrab.

Saat OKB itu menunjukkan semua itu kepada saya, dalam hati saya kasihan padanya dan prihatin sekali. Kebanggaannya semu.

Di depannya saya tetap tersenyum. Sebagai wujud menghargai OKB itu. Sementara banyak teman saya yang sudah meninggalkan dia. Begitu OKB tersebut datang, mereka langsung pergi.

Sikap tersebut muncul karena mereka sudah membayangkan yang bakal terjadi. Seperti biasanya OKB itu pamer sesuatu dan sikapnya tidak menghargai orang lain. Banyak orang yang merasa direndahkannya.

Ratusan Jenderal
Saat mengingat perilaku OKB itu yang suka pamer sesuatu, saya jadi teringat Pak Aqua. Materi yang bapak miliki jauh lebih banyak dari dia. Termasuk juga mobil bapak, harganya dua kali lipat dari mobil yang selalu dipamerkannya.

Bahkan dari sisi jumlah kendaraan roda empat milik bapak lebih banyak daripada miliknya.

Tidak hanya itu. Teman-teman jenderal bapak banyak sekali. Jumlahnya mencapai ratusan orang.

Mereka dari semua matra termasuk Polri. Mulai dari bintang satu sampai bintang empat. Bahkan ada di antaranya yang pernah jadi siswa bapak baik di semua Sekolah Staf dan Komando (Sesko) yakni AD, AL, dan AU, termasuk Sesko TNI serta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri.

Meski begitu Pak Aqua tetap rendah hati, sama sekali tidak pernah memamerkan yang bapak miliki termasuk berbagai kelebihan yang dipunyai.

Bapak sangat sadar bahwa semuanya titipan TUHAN yang setiap saat bisa diambil olehNYA dan harus dipertanggungjawabkan.

Selain itu, sebagian materi dari TUHAN tersebut, Pak Aqua gunakan untuk berbagai kegiatan sosial. Termasuk telah membiayai umrah ratusan orang. Jadi banyak orang telah menikmatinya dan merasakan ibadah di Tanah Suci Mekkah dan Madinah.

Juga rumah bapak yang di Yogyakarta sejak 2015 lalu sampai sekarang didedikasikan buat tamu-tamu. Termasuk disiapkan tiga mobil untuk melayani para tamu. Semuanya gratis.

Jadi OKB tersebut tidak ada apa-apanya dibandingkan yang telah Pak Aqua lakukan. Cuma karena dia tidak pernah bersyukur atas semua rezeki yang diperolehnya, sehingga sikapnya seperti itu.

Mohon Pak Aqua doakan agar TUHAN segera menyadarkan OKB itu. Sehingga tidak timbul penyesalan bagi dirinya dan keluarganya di belakang hari. Aamiin ya robbal aalamiin

Dr Aqua Dwipayana

Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional

0 comment
1

Related Post

Leave a Comment