SIMALUNGUN – Tokoh Islam Simalungun yang juga Sekjen Partuha Maujana Simalungun dan pengurus Ikatan Keluarga Islam Simalungun (IKEIS) Lisman Saragih, MH meminta Bupati Radiapoh H Sinaga tidak asal bicara menyampaikan pernyataan terkait hewan kurban yang dapat menimbulkan salah tafsir bagi umat muslim yang akan berkurban.
Menurut Lisman, penyampaikan Bupati Simalungun Radiapoh H Sinaga yang menyebutkan, warganya yang akan melaksanakan ibadah qurban tidak perlu khawatir atau was-was tentang penyebaran Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada hewan ternak sapI.
Karena menurut paramedis atau dokter hewan tidak menular kepada manusia dan aman untuk dikonsumsi itu tidak tepat, dalam postinganya di akun facebook (FB) Pemkab Simalungun, yang kini menghilang.
” Dalam hal berkurban menurut ajaran Islam telah ditentukan syarat dan kondisi hewan yang akan dikurbankan, diantaranya harus cukup umur, gemuk dan sehat, tidak boleh penyakitan temasuk terjakit Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) parah,” ujar Lisman.
Lisman meminta jangan ada orang, bahkan Bupati Simalungun yang menyampaikan pernyataan menimbulkan salah tafsir sehingga dapat mempengaruhi masyarakat seakan boleh berkurban dengan ternak yang terjangkit PMK.
“Pernyataan Bupati Simalungun Radiapoh H Sinaga soal ternak sapi PMK dikaitkan dengan berkurban, itukan membingungkan masyarakat,” sebut Lisman.
Lisman menghimbau, saat berkurban hendaknya masyarakat dan umat mempedomani syarat syarat berkurban yang dianjurkan ajaran Islam.
Dia juga berharap, sebaiknya biarlah Majelis Ulama Indonesia yang memberi statement mengenai masalah kurban supaya tidak menimbulkan keraguan bagi masyarakat yang akan berkurban.
“Jangan Bupati Simalungun yang latar belakangnya kurang memahami ajaran Islam,” jelasnya.
Hingga saat ini Bupati Simalungun yang dihubungi melalui Kepala Dinas Kominfo, SML Simangunsong belum memberikan klarifikasi atau konfirmasi terkait pernyataan di akun FB Pemkab Simalungun.
Dalam aku FB menyebutkan warga yang akan melaksanakan ibadah qurban tidak perlu khawatir atau was-was tentang penyebaran Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada hewan ternak sapi karena menurut paramedis atau dokter hewan tidak menular kepada manusia dan aman untuk dikonsumsi. (ricky fh)
