Home Berita Jelang Ramadhan, BI Sumsel Siapkan Rp3,8 Triliun Uang Kartal

Jelang Ramadhan, BI Sumsel Siapkan Rp3,8 Triliun Uang Kartal

by Slyika

PALEMBANG – Menjelang Ramadhan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyiapkan uang kartal sebanyak Rp3,8 triliun. Jumlah ini mengalami kenaikan 9 persen dari tahun sebelumnya.

Kepala Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Erwin Soeriadimadja mengatakan, bahwa kenaikan permintaan likuiditas tersebut seiring dengan pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), serta peningkatan aktivitas masyarakat saat Ramadan dan Idul Fitri.

Hal ini berdampak terhadap menguatnya aktivitas ekonomi dan pembayaran masyarakat Sumsel.

“BI juga membuka layanan penukaran Uang Pecahan Kecil (UPK) di 145 titik penukaran bekerja sama dengan perbankan di Sumsel selama periode Ramadan dan menjelang lebaran,” ujar Erwin, Senin (20/3/2023).

Dijelaskan Erwin, BI juga akan memberikan layanan penukaran di sejumlah area publik seperti rest area tol, stasiun kereta api (KA), pusat perbelanjaan, serta di beberapa desa di tepian Sungai Musi melalui program Susur Sungai Musi.

“Kami juga menghimbau masyarakat agar menukar uang di tempat-tempat penukaran resmi seperti di loket perbankan dan kas keliling Bank Indonesia guna menghindari risiko uang palsu,” jelasnya.

Dijelaskan Erwin, BI Sumsel juga telah melakukan terobosan pada layanan penukaran uang rupiah dengan memperluas layanan ke daerah pesisir melalui program Susur Sungai Musi beberapa waktu lalu yang sudah diresmikan.

“Program Susur Sungai Musi ini menjadi istimewa mengingat masyarakat di wilayah pesisir masih tergolong wilayah Low Cash Transaction, padahal sungai yang memiliki panjang 750 km ini memiliki kapasitas ekonomi yang besar,” jelasnya.

Erwin juga menjelaskan, BI Sumsel menghimbau kepada masyarakat untuk dapat memanfaatkan aplikasi PINTAR di https://pintar.bi.go.id dalam memesan penukaran uang rupiah sebelum hadir ke lokasi penukaran guna menghindari kerumunan.

“BI juga terus mendorong masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara nontunai, salah satunya melalui edukasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai salah satu metode pembayaran,” jelas Erwin.

Berdasarkan data hingga Februari 2023, kata Erwin, tercatat sebanyak 620.457 merchant di Sumsel telah menggunakan QRIS atau tumbuh meningkat 63,91% (yoy).

“Berkaitan dengan Program 45 Juta Pengguna QRIS di akhir tahun 2023 secara nasional, BI Sumsel terus melakukan sosialisasi dan edukasi QRIS terhadap masyarakat dan berbagai ekosistem yang sejalan dengan tujuan perluasan ekosistem ekonomi dan keuangan digital, dimana per bulan Januari 2023 telah mencapai sejumlah total 811.698 user. Bank Indonesia juga mendorong penggunaan QRIS di tempat ibadah sehingga dapat memudahkan masyarakat untuk menyalurkan Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS).

Di sisi lain, sambung Erwin, Bank Indonesia juga mengajak masyarakat untuk senantiasa berbelanja bijak dan melakukan konsumsi secara wajar dan tidak berlebihan pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Mengingat pemerintah daerah akan senantiasa hadir dan berkoordinasi guna memastikan ketersediaan pasokan komoditas pokok selama HKBN, sehingga stabilitas harga tetap terjaga,” jelasnya.

Laporan: Deansyah

You may also like

Leave a Comment