Home Berita Dorong Mahasiswa dan Blogger Tampil Percaya Diri di Depan Publik

Dorong Mahasiswa dan Blogger Tampil Percaya Diri di Depan Publik

AJV dan Kelas Blogger Gelar Pelatihan Public Speaking

by Slyika

JAKARTA – Aliansi Video Jurnalis (AJV) dan Komunitas Kelas Blogger menggelar pelatihan ‘Training Public Speaking’ di Sekertariat AJV Pusat, Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu, (14/6/25).

Pelatihan untuk mendorong peningkatan kapasitas generasi muda dalam dunia komunikasi dan media digital.

Pelatihan menyasar peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa Universitas Nasional (UNAS) hingga para blogger dan konten kreator.

Bertempat di ruang pertemuan yang dikemas layaknya “kelas interaktif,” pelatihan kali ini bukan sekadar menyampaikan teori, melainkan menekankan pada praktik langsung berbicara di depan audiens.

Menurut Muchlis Anwar, salah satu trainer dan penggerak pelatihan, keterampilan public speaking tak lagi sekadar bekal tampil di panggung formal.

Kini, kemampuan menyampaikan pesan secara efektif dan meyakinkan sangat dibutuhkan dalam produksi konten digital di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube.

“Kita ingin peserta lebih percaya diri, tahu bagaimana menyusun pesan yang tepat, dan menggunakan ekspresi serta bahasa tubuh secara natural. Zaman sekarang, berbicara itu bukan hanya soal panggung, tapi juga soal layar kamera,” ujar Muchlis.

Di pelatihan ini, peserta diberi kesempatan tampil dan berbicara langsung di hadapan rekan-rekan lainnya.

Mereka dilatih untuk mengatur intonasi suara, tempo bicara, menjaga kontak mata, hingga memanfaatkan gestur tangan secara efektif untuk mendukung isi pesan.

Banyak Latihan, Sedikit Ceramah

Kelas ini dirancang untuk langsung ‘menyentuh keberanian’. Durasi pelatihan yang terbatas tidak menjadi penghalang bagi para peserta untuk mengeksplorasi kemampuan mereka.

Alih-alih fokus pada teori panjang lebar, sesi difokuskan pada simulasi nyata, seperti memperkenalkan diri, menyampaikan argumen, dan membuat presentasi spontan.

“Awareness dulu yang kita bangun. Banyak dari peserta belum pernah menyadari pentingnya public speaking. Begitu mereka coba bicara, mereka sadar, ternyata tidak semudah kelihatannya,” tutur Muchlis.

Menariknya, pelatihan ini juga diikuti oleh sejumlah penyiar radio.

Meski terbiasa berbicara lewat mikrofon, mereka mengakui bahwa menghadapi audiens secara langsung adalah tantangan tersendiri.

“Ngomong di studio beda banget dengan tampil di depan orang. Banyak yang grogi, ngomongnya terlalu cepat, intonasi kacau, bahkan ekspresinya jadi kaku. Ini yang coba kita latih hari ini,” jelasnya lagi.

AJV, Ruang Belajar Terbuka untuk Semua

Ketua Umum AJV Chandra menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya AJV membuka ruang belajar inklusif dan praktis.

AJV, selama ini dikenal sebagai wadah para jurnalis video dan konten kreator, ingin menjangkau lebih luas segmen masyarakat yang haus akan keterampilan komunikasi modern.

“Kami ingin pelatihan seperti ini terus berlanjut dengan berbagai tema. Siapa pun boleh ikut. Mau belajar nulis, fotografi, public speaking, atau konten media sosial, kami terbuka,” tegas Chandra.

Komunitas Kelas Blogger, yang digagas Mas Kholis dan dikenal sebagai ‘kelas kreatif’ bagi para blogger pemula maupun profesional, juga menyatakan komitmennya terus menyelenggarakan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Kami ingin jadi tempat belajar bareng. Nggak harus jago dulu untuk ikut. Yang penting ada niat berkembang,” ujar salah satu penggagas.

Membangun Generasi Berdaya Komunikasi di Era Digital

Dengan semangat berbagi, kolaborasi AJV dan Kelas Blogger ini membuka jalan bagi siapa pun yang ingin belajar public speaking secara aplikatif.

Di tengah arus informasi yang deras, kemampuan menyampaikan pesan dengan tepat kini menjadi kebutuhan pokok, bukan lagi sekadar keahlian tambahan.

Pelatihan ditutup dengan refleksi peserta atas pengalaman mereka berbicara langsung di depan umum, sebuah langkah kecil yang diharapkan akan berdampak besar dalam perjalanan profesional dan personal mereka ke depan.

Penulis: Egi

You may also like

Leave a Comment