Saat Terpapar Covid-19 Seorang Pengusaha Besar Rasakan Uangnya Tak Berarti

by Slyika

“Tolong sarankan kepada teman yang sedang terpapar Covid-19 itu agar dirinya fokus pada penyembuhan sakitnya dengan terus berdoa kepada TUHAN dan melaksanakan sepenuhnya nasihat dokter. Untuk sementara lupakan dulu bisnisnya dan hal-hal lain yang terkait duniawi.”

Itu pesan yang saya sampaikan kepada seorang kawan saat menceritakan temannya yang pengusaha besar kena Covid-19.

Sudah sekitar sebulan dirawat di rumah sakit dan dipasang ventilator untuk melancarkan pernapasannya.

Ketika awal terpapar Covid-19, temannya itu kesulitan mencari rumah sakit di Jakarta. Dengan susah payah mendapatkan tempat di salah satu rumah sakit swasta di luar Jakarta.

Rumah sakit swasta itu termasuk bagus karena khusus menangani pasien Covid-19. Hanya beberapa hari saja berada di sana.

Temannya itu merasa tidak puas. Mungkin standar pelayanannya tidak sesuai dengan harapannya yang pasti tinggi. Sebanding dengan ekonominya.

Akhirnya dengan susah payah para pegawainya mencari rumah sakit lain. Setelah berusaha kesana kemari dengan minta bantuan banyak orang, dapat rumah sakitnya.

Pasien itu dipindah. Kondisinya tidak signifikan. Bahkan sempat mengkhawatirkan. Hal ini membuat keluarganya sangat sedih.

Sembuhkan Psikis dan Berdoa
Menurut kawan saya itu, secara medis sudah optimal dilakukan. Pasien mendapat layanan terbaik. Berbagai jenis obat Covid-19 sudah dimasukkan ke tubuhnya.

Karena upaya secara medis sudah optimal, sehingga psikisnya yang harus disembuhkan.

Makanya saya sampaikan kepada kawan itu agar pasien fokus pada penyembuhan dirinya. Saat ini hal tersebut yang utama dan paling dibutuhkannya.

Keluarga inti perlu menyampaikan itu. Selagi pasien masih sadar dan bisa menerima semua pesan yang disampaikan kepada dirinya, agar mengingatkan tentang hal tersebut.

Untuk itu dengan hati-hati dan pelan-pelan disampaikan agar tidak usah memikirkan bisnisnya dan lain-lain. Karena sudah ada yang mengurusnya.

Perasaan pasien agar selalu dibuat tenang. Disampaikan semua kabar gembira dan menyenangkan untuk membantu meningkatkan imunitas tubuhnya.

Juga diingatkan untuk selalu berpikir positif. Melihat segala sesuatu dari sisi baiknya termasuk terhadap seseorang.

Jangan emosional apalagi memarahi orang yang belum tentu salah. Karena hal itu dapat menurunkan imunitas tubuhnya.

Selain itu perlu mengingatkannya agar terus-menerus berdoa untuk memohon kesembuhan dirinya. Sebagai pencipta manusia, bagi TUHAN sangat mudah menyembuhkan orang yang sakit. Bisa dalam hitungan detik.

Kesehatan Prima Harta Termahal
Saat masih sehat, si pasien lincah sekali berbisnis. Di otaknya selalu berpikir mendapatkan uang sebanyak-banyaknya dengan berbagai usaha yang dijalankannya.

Juga selalu mencari peluang yang ada, meski terkadang ada yang kurang pas dari yang dilakukannya.

Baginya terpenting niat dan keinginannya tercapai. Untuk mencapai semua itu apapun akan dilaksanakannya.

Saat ini TUHAN sedang mencobanya. Kekayaannya yang hingga ratusan miliar rupiah tidak ada artinya dengan kondisi kesehatannya yang terkadang memburuk dan sempat hilang kesadarannya.

Sejak sebulan lalu TUHAN dengan memberi pasien itu sakit, telah kasih peringatan. Agar tidak hanya fokus di bisnis, namun juga sosial agar hidupnya seimbang.

Saat sedang terbaring sakit Covid-19 ini harusnya pasien sadar bahwa uang bukanlah segala-galanya.

Kekayaannya yang banyak termasuk materi hingga ratusan miliar rupiah, tidak bisa “membayar” sakitnya agar segera sembuh.

Dalam kondisi sakit seperti sekarang ini baru pasien itu sadar bahwa rezeki atau harta termahal bagi setiap orang adalah kesehatan prima bagi dirinya. Bukan harta berwujud materi yang berlimpah ruah.

Semoga pasien itu segera sembuh total. Kemudian mengambil hikmah dari sakit Covid-19 yang dialaminya. Aamiin ya robbal aalamiin…

“Terima kasih banyak Pak Aqua untuk semua atensi bapak yang besar buat teman pengusaha saya yang sedang sakit.

Insya ALLAH seluruh pesan Pak Aqua, saya sampaikan kepada dia lewat keluarganya. Semoga dia segera sembuh,” ujar kawan saya itu. Alhamdulillah…

Dari Bogor usai zoom meeting untuk urusan kemanusiaan, saya ucapkan selamat memberi nasihat kepada orang-orang yang sedang sakit. Salam hormat buat keluarga

Dr Aqua Dwipayana

Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional

0 comment
2

Related Post

Leave a Comment