Berani Silaturahmi Memutus Silaturahmi, Berikut 6 Kerugiannya

by Slyika

BOGOR Dikutip dari kumparan.com, bahwa memutuskan tali silaturahim merupakan dosa besar dan sangat tidak disukai oleh ALLAH SWT. Sedikitnya ada enam akibatnya.

Pertama, Dilaknat oleh ALLAH SWT.

Allah SWT berfirman dalam QS. Muhammad ayat 22-23 yang artinya:

“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.”

Kedua, seperti memakan bara api.

Dari Abu Hurairah, beliau berkata, “Ada seorang laki-laki yang menemui Rasulullah, dan laki-laki itu berkata, “Wahai Rasulullah, aku mempunyai keluarga dan ketika aku berbuat baik kepada mereka, mereka berbuat jelek terhadapku. Mereka acuh terhadapku, padahal aku telah bermurah hati kepada mereka”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika demikian, maka seolah-olah kamu memberi makan mereka dengan bara api. Dan pertolongan Allah akan selalu senantiasa menyertaimu selama kamu begitu (berusaha bersilaturahmi).” (HR. Muslim).

Ketiga, tidak terkabulnya doa.

“Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi, melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: Allah akan segera mengabulkan do’anya; Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak; Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan doa-doa kalian.” (HR. Ahmad)

Keempat, hukumannya disegerakan di dunia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak ada satu dosa yang lebih pantas untuk disegerakan hukuman bagi pelakunya di dunia bersamaan dengan hukuman yang Allah siapkan baginya di akhirat daripada baghyu (kezhaliman dan berbuat buruk kepada orang lain) dan memutuskan kerabat.” (HR. Bukhari, Tirmidzi, Abu Dawud, al-Hakim, dan lainnya)

Kelima, putusnya rahmat dari Allah SWT.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasahnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya (kata) rahmi diambil dari (nama Allah) yaitu ar-Rahman. Allah berkata, “Barangsiapa menyambungmu (kerabat), Aku akan menyambungnya, dan barangsiapa memutuskanmu, Aku akan memutuskannya.” (HR. Bukhari)

Keeenam, jauh dari surga.

“Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan (silaturahmi).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Demikian bahaya dari keputusan atau tindakan manusia jika harus memutuskan tali silaturahmi. Manusia yang sebagai makhluk sosial tidak seharusnya melakukan itu. Bahkan, dalam Islam, setiap umat muslim atau muslimah yang menjalin tali silaturahmi dengan baik dapat membuka suatu kebajikan. Wallahualam.

Semoga kita dapat mengambil hikmah dari semua yang disampaikan Jenderal itu. Aamiin ya robbal aalamiin.

Dr. Aqua Dwipayana

Pakar Komunikasi dan Motivatir Nasional

0 comment
1

Related Post

Leave a Comment